Beberapa hari terakhir si kecil mungkin lebih sering memasukkan tangan ke mulut. Air liurnya bertambah banyak, benda di sekitarnya ingin digigit, dan gusinya terlihat berbeda dari biasanya.
Tidak heran jika orang tua kemudian bertanya, “Apakah ini tanda giginya mau tumbuh?”
Fase tumbuh gigi memang membawa banyak perubahan kecil. Namun, waktunya tidak selalu sama pada setiap bayi. Ada yang mendapatkan gigi pertamanya cukup awal, ada juga yang perlu menunggu lebih lama.
Usia Berapa Anak Mulai Tumbuh Gigi?
Bayi umumnya mendapatkan gigi pertama sekitar usia 6 bulan. Tanda-tanda teething dapat mulai terlihat sekitar usia 4 sampai 7 bulan, tetapi waktu munculnya gigi sangat bervariasi pada setiap anak.
American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa proses teething biasanya mulai sekitar usia 4 sampai 7 bulan. Gigi depan bagian bawah sering menjadi salah satu gigi pertama yang muncul.
American Dental Association juga mencatat bahwa empat gigi depan bayi umumnya mulai menembus gusi sekitar usia enam bulan. Namun, ada anak yang baru mendapatkan gigi pertama pada usia 12 sampai 14 bulan.
Jadi, Moms dan Dads tidak perlu langsung membandingkan jumlah gigi si kecil dengan bayi lain yang seusia. Timeline tumbuh gigi dapat berbeda cukup jauh dan tetap termasuk variasi perkembangan yang normal.
Gigi Mana yang Biasanya Muncul Pertama?
Coba perhatikan bagian tengah rahang bawah bayi. Area inilah yang sering menjadi tempat gigi pertama muncul.
Gigi tersebut disebut gigi seri tengah atau central incisors. Setelah gigi depan bawah mulai terlihat, gigi depan bagian atas biasanya menyusul.
Dalam perjalanan berikutnya, gigi seri lain mulai tumbuh di sisi kanan dan kiri. Setelah itu biasanya muncul geraham pertama, gigi taring, kemudian geraham kedua.
Proses ini berlangsung bertahap selama beberapa tahun. Seluruh 20 gigi susu umumnya sudah berada di tempatnya sekitar usia tiga tahun.
Artinya, tumbuh gigi bukan proses yang selesai dalam beberapa minggu. Bisa ada jeda cukup panjang sebelum gigi berikutnya muncul.
Bagaimana Mengetahui Bayi Sedang Tumbuh Gigi?
Tidak semua perubahan perilaku bayi berasal dari teething. Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda yang lebih sering berkaitan dengan proses tumbuh gigi.
Salah satu yang paling terlihat adalah air liur menjadi lebih banyak. Bayi juga dapat semakin senang mengunyah atau menggigit sesuatu karena tekanan pada gusi terasa lebih nyaman.
Gusi di area tempat gigi akan muncul dapat terasa sensitif atau terlihat sedikit bengkak. Sebagian bayi menjadi agak lebih rewel dari biasanya.
Ada juga bayi yang nyaris tidak menunjukkan perubahan. Tiba-tiba saja orang tua menemukan ujung gigi kecil ketika sedang membersihkan mulutnya.
Apakah Tumbuh Gigi Menyebabkan Demam?
Teething tidak seharusnya dianggap sebagai penyebab demam tinggi atau diare.
Jika si kecil mengalami demam, diare, tampak sangat lesu, sulit minum, atau menangis jauh lebih intens daripada biasanya, jangan hanya menunggu giginya muncul.
Kondisi seperti itu perlu dilihat sebagai keluhan tersendiri. Jika Moms dan Dads merasa ada sesuatu yang tidak biasa, konsultasikan dengan dokter anak agar penyebabnya dapat dinilai dengan tepat.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Gusinya Tidak Nyaman?
Dorongan bayi untuk menggigit sebenarnya memberi petunjuk bahwa tekanan lembut pada gusi dapat terasa nyaman.
Orang tua dapat mencuci tangan terlebih dahulu, lalu memijat bagian gusi yang sensitif menggunakan jari bersih.
Teether yang memang dirancang khusus untuk bayi juga dapat digunakan. Kain bersih yang telah didinginkan bisa menjadi pilihan lain untuk memberikan sensasi sejuk pada gusi.
Namun, jangan membekukan teether hingga terlalu keras. Benda yang sangat keras justru dapat terasa tidak nyaman saat mengenai gusi bayi.
Hindari pula memberikan benda kecil atau benda yang tidak dirancang untuk dimasukkan ke mulut hanya karena bayi terlihat ingin menggigit.
Pada usia ini, apa pun bisa berpindah dari tangan ke mulut dalam hitungan detik.
Gigi Pertama Sudah Muncul, Apa yang Dilakukan?
Ketika ujung putih kecil akhirnya terlihat dari balik gusi, perawatan gigi sudah dapat dimulai.
Gigi susu memang akan tanggal suatu hari nanti, tetapi bukan berarti kebersihannya dapat diabaikan. Gigi tersebut membantu anak makan, berbicara, serta menjaga ruang bagi gigi permanen.
Begitu gigi pertama muncul, orang tua dapat mulai membersihkannya menggunakan sikat gigi anak berbulu lembut dan sedikit pasta gigi berfluoride sebesar sebutir beras.
Kunjungan ke dokter gigi juga tidak perlu menunggu anak memiliki banyak gigi. Pemeriksaan pertama dianjurkan dalam enam bulan setelah gigi pertama muncul atau paling lambat pada usia satu tahun.
Belum Tumbuh Gigi di Usia 12 Bulan, Haruskah Khawatir?
Melihat bayi lain seusianya sudah memiliki beberapa gigi memang mudah membuat orang tua bertanya-tanya.
Namun, belum memiliki gigi tepat pada usia 12 bulan tidak otomatis berarti ada masalah. Sebagian anak baru mendapatkan gigi pertama pada usia 12 sampai 14 bulan.
Daripada menentukan sendiri apakah perkembangannya terlambat, manfaatkan kunjungan rutin ke dokter anak dan dokter gigi untuk membicarakan perkembangan si kecil secara menyeluruh.
Jika ada faktor lain yang membuat Moms dan Dads khawatir, tenaga kesehatan dapat menilai berdasarkan kondisi masing-masing anak, bukan hanya berdasarkan satu angka usia.
Saat Bayi Semakin Aktif Mengeksplorasi
Fase tumbuh gigi sering berjalan beriringan dengan masa ketika bayi semakin aktif memegang, meraih, memindahkan, dan mengeksplorasi berbagai benda.
Ruangan yang sebelumnya terasa biasa bagi orang dewasa tiba-tiba menjadi dunia eksplorasi bagi si kecil.
Orang tua dapat mulai lebih selektif menentukan benda apa yang tersedia di area bermain. Teether dan mainan yang memang sesuai usia sebaiknya dipisahkan dari barang lain yang tidak boleh masuk ke mulut.
Di sinilah ruang penyimpanan yang tertata dapat membantu rutinitas sehari-hari.
KUBO Kids menghadirkan storage box anak berkarakter yang dapat digunakan untuk menyimpan mainan, buku, pakaian, dan berbagai perlengkapan anak. Karakter yang playful juga membuat area bermain tetap terasa dekat dengan dunia si kecil.
KUBO Kids bukan teether dan bukan alat untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada gusi. Perannya adalah membantu keluarga menciptakan ruang bermain yang lebih terorganisasi, sehingga perlengkapan anak lebih mudah dipisahkan, ditemukan, dan dibereskan kembali.
Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Teething
Apakah bayi 4 bulan sudah bisa mulai tumbuh gigi?
Bisa. Tanda-tanda teething dapat mulai terlihat sekitar usia 4 sampai 7 bulan. Waktu gigi benar-benar menembus gusi berbeda pada setiap bayi.
Apakah sering menggigit tangan berarti pasti tumbuh gigi?
Belum tentu. Bayi juga mengeksplorasi dunia melalui mulut. Perhatikan bersama tanda lain seperti gusi sensitif dan air liur yang bertambah.
Apakah demam tinggi normal saat teething?
Tidak. Demam tinggi bukan gejala normal teething. Jika bayi mengalami demam atau tampak sakit, konsultasikan dengan dokter anak.
Sampai umur berapa gigi susu tumbuh?
Sebagian besar anak sudah memiliki lengkap 20 gigi susu sekitar usia tiga tahun.
Menemani Fase Baru Si Kecil dengan Lebih Tenang
Tumbuhnya satu gigi kecil mungkin terlihat sederhana, tetapi fase ini datang bersamaan dengan banyak perubahan. Tangan bayi semakin aktif, rasa ingin tahunya bertambah, dan hampir setiap benda menarik untuk disentuh atau dimasukkan ke mulut.
Orang tua tidak harus membuat setiap fase berjalan sempurna. Yang dibutuhkan adalah lingkungan yang aman, perlengkapan sesuai usia, serta rutinitas yang memudahkan Moms dan Dads mendampingi perkembangan si kecil.
Saat gusi terasa tidak nyaman, gunakan teether atau metode yang memang sesuai untuk bayi. Untuk urusan merapikan area bermain, KUBO Kids dapat membantu menempatkan mainan, buku, dan perlengkapan anak dalam penyimpanan yang lebih terorganisasi.
Jelajahi pilihan kotak penyimpanan berkarakter melalui Website Resmi KUBO Kids atau lihat koleksi yang tersedia di Shopee Official KUBO Kids.
Jika Moms dan Dads ingin mengetahui pilihan karakter atau ukuran KUBO Kids yang sesuai dengan kebutuhan ruang si kecil, hubungi tim KUBO Kids melalui WhatsApp +62 819-9588-9111 atau klik [Hubungi Kami].

